Saat Memutuskan Menjual Saham

Saat Memutuskan Menjual Saham

Halo para pembaca, mari kita bersama sama belajar dari Bapak Lukas Setia Atmaja, Universitas Prasetya Mulya, bagaimana mengelola investasi saham, dalam artikel yang di muat di Kontan 20 Maret 2017 lalu ada hal hal yang dapat kita pelajari bersama yaitu terkait keputusan saat kita membeli saham tertentu,  kita harus perlu memikirkan kapan saat yang tepat untuk menjualnya. Karena keputusan untuk menjual saham terkadang tidak mudah dilakukan oleh seorang investor. Karena seringkali ada kecenderungan investor lebih cepat merealisasikan keuntungannya, karena adanya kecenderungan investor tidak menyukai kerugiannya (Daniel Kahneman pemenang hadiah Nobeldi bidang ekonomi)

Ada empat alasan yang mendasari keputusan seorang investor menjual saham yang dipegangnya antara lain :

1. Saat investor membutuhkan uang  
Dengan kondisi seperti ini , berapapun harga sahamnya terpaksa harus dijual,  Itulah sebabnya sebagai investor jangka panjang disarankan menggunakan uang bebas (free cash flow) untuk membeli saham, dalam istilah awamnya sering disebut sebagai uang dingin. Karena Investor saham harus punya kekuatan dan stamina untuk tidak menjual sahamnya pada saat kondisi buruk.

2. Saat Investor salah dalam membeli saham 
Saat salah membeli saham, seringkali saham yang dibeli tidak sebagus yang dipikirkan, atau harganya sangat kemahalan, terutama saham yang di beli saat penawaran perdana (IPO), sehingga belum diketahui kinerjanya, jika salah membeli saham sebaiknya sebagai investor segera melakukan cut loss dan memindahkan investasi tersebut kesaham lain yang lebih mempunyai prospek.

3. Asumsi saat membeli saham sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini.
Saat membeli saham seringkali ada asumsi yang mendasari dan data data riil ataupun secara fundamental sudah tidak sesuai dengan pemikiran yang mendasari pembelian saat itu, jika hal ini terjadi perlu dilakukan penjuala saham tersebut.

4. Harga saham sudah mahal (over priced) 
Ketika harga saham sudah over price terlalu tinggi, biasany ditunjukan dengan PER (Price Earnings Ratio) diatas 20 kali sebaliknnya kita merealisasikan keuntungan dengan memindahkan investasi ke saham lainnya yang lebih berprospek.

Mudah mudahan hal yang penulis pelajari dari Bapak Lukas Setia Atmaja tersebut bermanfaat bagi para pembaca, dan ingat jika anda merencanakan berinvestasi sebaiknya terus belajar agar menguasai bidang dimana anda berinvestasi. Hal ini harus dilakukan agar investor dapat mengukur resiko yanng harus siap ditanggung, dan tidak mudah diperdaya oleh siapapun.


Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter