Punya Hutang KPR dan KTA Bagaimana  Alokasi Pendapatannya

Punya Hutang KPR dan KTA Bagaimana Alokasi Pendapatannya

Gambar ilustrasi  : By Kontan Muradi, dan berbagai sumber gambar

Di masa sekarang apabila kita akan memiliki suatu asset yang merupakan kebutuhan primer seperti rumah,  tentunya tidak banyak diantara kita yang dapat membeli secara tunai, sehingga harus memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah melalui Bank, selain itu mungkin ada juga hutang konsumtif lainnya seperti hutang kartu kredit, membeli barang elektronik dengan cicilan dan lain lain Yang menjadi persoalan berapa alokasi dari pendapatan yang sesuai agar cash flow keluaraga tidak menjadi berat. 

Bagaimana cara alokasinya? 

Biaya Rutin

Untuk biaya hidup/Biaya Rutin  alokasinya adalah antara 40-50% dari income bulanan, biaya ini yang akan dipergunakan untuk membayar biaya kebutuhan belanja bulanan, biaya listrik, biaya sekolah biaya transportasi, biaya PAM

img-1460311300.jpg 

Pos Investasi 

Pos investasi  yang harus disisihkan untuk diinvestasikan ke reksadana, saham, ataupun produk investasi lainnya minimal sebesar 10% dari pendapatan kemudian terus ditambahkan ketika beban cash flow sudah mulai membaik. 

Mengapa harus tetap melakukan investasi, walaupun hutang yang kita ambil adalah hutang produktif, karena kita harus tetap mempersiapkan investasi untuk tetap mencapai tujuan keuangan jangka panjang lainnya, misalnya untuk kebutuhan pensiun dan lain lain.


img-1460311526.jpg


Hutang Produktif dan Hutang Konsumtif

Apabila kita saat ini mempunyai hutang KPR idealnya porsi cicilan KPR nya adalah sebesar 30% dari pendapatan kita, namun apabila kita juga mempunyai hutang konsumtif seperti KTA, utang Kartu kredit dan hutang lainnya, total cicilan maximal untuk kedua hutang tersebut adalah sebesar 35% dari pendapatan. 

Bagaimana Strategy Pengelolaan Pendapatan Kita ?

Bagaimana mensiasati hal ini, karena KPR merupakan salah satu jenis hutang yang baik atau produktif, kita bisa menyiasati hal ini untuk menurunkan rasio hutang kita dengan cara mengambil jangka waktu KPR yang terpanjang,  pada saat kit amengajukan KPR sehingga jumlah cicilan lebih kecil, sehinga ada ruang kita lebih leluasa mengatur arus uang keluar dan masuk (cash flow). Dan sebaiknya membatasi hutang hutang konsumtif ataupun melunasinya secepat mungkin, karena hutang konsumtif biasanya berbunga tinggi dan cenderung membebani casf flow kita. 

img-1460312521.jpg img-1460312553.jpg

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter