Jenis Jenis Asuransi Jiwa

Jenis Jenis Asuransi Jiwa

Perusahaan Asuransi Jiwa secara sederhananya dapat di definisikan sebagai berikut:

Perusahaan asuransi yang bidang usahanya menanggulangi  risiko keuangan sebagai akibat kerugian karena peristiwa yang terjadi akibat cacat tetap, sakit dan kematian. Pada kesempatan ini kita akan membahas jenis jenis asuransi jiwa yang ada di sekitar kita.

Fungsi Asuransi Jiwa dalam kehidupan kita 
Sebelum kita membahas lebih lanjut, kami akan memberikan landasan bahwa sebenarnya ketika seseorang membeli polis asuransi jiwa, sebenarnya yang diproteksi adalah kepentingan secara keuangan atau nilai ekonomis, atas penghasilan yang dihasilkan oleh pribadi tersebut sehingga bila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan sakit, cacat tetap ataupun kematian akan timbul kerugian  secara keuangan.

Dalam pembahasan ini penulis bersifat netral, karena setiap jenis asuransi memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing, sehingga sebagai pribadi yang membutuhkan asuransi harus tahu persis, kebutuhan dan seberapa besar anggaran yang akan dalokasikan untuk membayar polis asuransi, sehingga polis asuransi jiwa yang dibeli tidak salah dan optimal dalam memenuhi kebutuhan proteksi. 

Secara Umum Asuransi Jiwa dibagi menjadi beberapa jenis antara lain: 

Termlife Insurance (Asuransi berjangka) dengan ciri ciri sebagai berikut:
  • Jangka waktu perlindungan sesuai kebutuhan misal : 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun. Semakin pendek jangka waktu premi semakin murah, namun premi akan meningkat biasanya dalam kelipatan 5 tahun. Namun apabila sejak awal pengcoveran asuransi kita mengambil jangka waktu misal 10 tahun, premi akan tetap sampai jangka waktu berakhir. 

  • Jika resiko meninggal dunia tidak terjadi dalam masa kontrak, premi akan hangus dan tidak ada nilai tunai.

  • Premi murah dibandingkan dengan jenis asuransi lainnya, karena (cost of insurance) rendah cocok dipergunakan untuk yang butuh Uang Pertanggungan dengan nilai yang besar.

Whole Life Insurance (Asuransi seumur hidup)
  • Masa pertanggungan sampai usia 99 tahun (seumur hidup) dan ada nilai tunainya, besarnya nilai tunai biasanya sebesar tingkat bunga tabungan atau deposito

  • Cost of Insurance (biaya Asuransi) mahal karena menanggung  resiko seumur hidup, sehingga premi yang dibayarkan lebih tinggi dibandingkan dengan term life, premi bersifat tetap selama jangka waktu pembayaran (biasanya 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun)

  • Dapat diperluas dengan rider asuransi kesehatan, kecelakaan  dan asuransi penyakit kritis 

Endowment (Asuransi Dwiguna)
  • Endowment merupakan gabungan antara whole life dan tabungan, dimana dalam periode tertentu akan ada tabungan yang diberikan kepada pemegang polis.

  • Perlindungannya berlaku sampai akhir kontrak yang disepakati, bila hidup nilai kontrak akan cair, apabila tertanggung meninggal dalam masa kontrak uang pertanggungan juga akan cair, premi tetap selama kontrak.

  • Dahulu dipakai dalam asuransi pendidikan, pensiun dll

Unit Link (Gabungan antara asuransi dan investasi)
  • Adalah gabungan asuransi term life dan investasi, besarnya biaya asuransi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, pada prinsipnya biaya asuransi harus dibayar seumur hidup.

  • Cost of Insurance (uang untuk biaya asuransi) mahal,  sehingga premi yang dibayarkan harus besar juga untuk mendapatkan uang pertanggungan yang optimal. 

  • Dapat diperluas dengan dengan rider asuransi kesehatan, kecelakaan diri dan asuransi penyakit kritis

  • Besarnya  nilai tunai tergantung dari  kinerja investasinya dan apabila hasil investasi tidak cukup menutup biaya asuransi, dan biaya –biaya yang ada, maka harus melakukan top up, agar polis asuransi dapat terus berjalan (tidak lapse)

  • Terdapat biaya biaya yang cukup banyak antara lain, biaya asuransi, biaya administrasi, biaya pengelolaan dana, biaya top up, biaya akuisisi dan biaya switching atau pengalihan dana investasi.

Unit Link dapat kita jadikan sebagai alternative dalam pemenuhan kebutuhan kita dalam asuransi apabila :
  • Sesorang tidak bisa konsisten berinvestasi, 

  • Ada  kecenderungan secara genetik mengalami serangan penyakit kritis, 

  • Dipergunakan untuk mempersiapkan biaya warisan (khususnya dana yang dialokasikan untuk investasi)

  • Penghasilan kita besar, sehingga kita mampu membayar premi dengan nominal yang besar, karena bila hasil investasi tidak cukup untuk membayar premi, menjadi tidak optimal pertanggungan asuransinya. 

Unsur pembentuk premi dalam asuransi jiwa antara lain:
  • Premi ditentukan oleh tabel mortalita, tingkat bunga aktuaria (untuk produk tradisional), biaya administrasi, komisi, akuisisi, dan biaya over head lainnya.

Bagaimana menentukan nilai pertanggungan asuransi dapat dibaca di http://jahjasumitro.com/perlukah-asuransi-jiwa-dan-berapa-besar-nilai-pertanggungannya-detail-9897.html

Demikianlah sharing dari kami saat ini tentang asuransi jiwa, semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi dalam memilih asuransi jiwa yang tepat sesuai keadaan dan kebutuhan masing masing pribadi, tetap cerdas dalam berasuransi dan memilih perusahaan asuransi yang sehat.




Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter