Alokasi Portofolio Investasi

Alokasi Portofolio Investasi

image amanpedia.com

Dalam periode waktu tertentu, sebagai investor perlu menyesuaikan dan melihat kembali portofolio yang dimilikinya, pertimbangan apa saja yang perlu diambil dalam memutuskan perubahan portofolio investasi. Ada beberapa hal yang mendasari seseorang memutuskan adanya perubahan dalam portofolio, antara lain sebagai berikut:


Perubahan pendapatan atau cash flow dalam keluarga, seiring dengan adanya kenaikan pendapatan seseorang, tentunya pribadi tersebut mempunyai kesempatan untuk mencapai tujuan keuangannya lebih cepat, sehingga sangat mungkin alokasi jumlah pendapatan yang diinvestasikan ditambah seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut.


Perubahan usia sesorang, akan mempengaruhi perencanaan keuangannnya biasanya jika semakin muda, banyak rencana jangka panjang yang akan dicapai. Dengan bertambah usia sesorang ada kemungkinan beberapa rencana keuangan telah tercapai, sehingga diperlukan perubahan portofolio investasi, sehingga kemungkinan perlu dilakukan perubahan alokasi portofolio terutama untuk rencana jangka panjang dan menengah. 


Contohnya jika sesorang pada rentang usia 25-30 tahun, karena masih muda, fokus porsi investasi jangka panjang dapat diperbesar, dalam rentang usia ini sangat dimungkinkan 75 % dana investasi dialokasikan untuk investasi jangka panjang yag mempunyai resiko lebih tinggi, 15% untuk jangka menengah dan beresiko menengah dan  10% untuk jangka pendek dan beresiko rendah. 


Seorang investor dengan rentang usia 30 - 50 tahun. direntang sesorang sudah memiliki penghasilan yang stabil dan cenderung meningkat, porsi investasi sebesar 10% untuk jangka pendek dan beresiko rendah jangka menengah 15% dan beresiko moderat dan jangka panjang 70% dengan resiko yang lebih tinggi


Investor di masa pensiun yang sudah berusia 50 tahun keatas, tentunya likuiditas sangat penting dibandingkan dengan hasil investasi, portofolionya sehingga investasi dengan resiko rendah sebesar 15% dan beresiko sedang 55% dan jangka panjang sebesar dan beresiko tinggi sebesar 30%  


Jika suatu saat hasil investasi bertumbuh dengan pesat dan telah melampaui target yang ditetapkan, ada kalanya kita perlu merealisasikan keuntungan tersebut untuk mewujudkan sebagian tujuan keuangan yang telah dapat dicapai misal sebagai uang muka pembelian rumah jika tujuan awal investasi untuk pembelian rumah, atau dapat juga dipindahkan ke instrument investasi yang lebih rendah resikonya seperti reksadana pasar uang dan deposito.


Cek dan sesuaikan dengan profil resiko investor, jika seorang investor sudah memahami karakter dan profil resikonya tentunya akan lebih mudah dalam mengalokasikan portofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakternya.   


Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter