Trik Berinvestasi Rutin

Trik Berinvestasi Rutin

Seringkali kita mendengar orang berbicara atau mengeluh kurang sejahtera, dan mereka mengatakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari hari saja sulit, apalagi meningkatkan asset investasi yang dimiliki untuk mempersiapkan masa depan ataupun meningkatkan kesejahteraannya.  

Padahal jika kita melihat dan meneliti lebih lanjut seringkali  orang yang mengeluh tersebut sepertinya punya pekerjaan dan pendapatan yang baik dari bisnis ataupun pekerjan yang dijalaninya. Sehingga mempunyai potensi untuk melakukan investasi. Mari kita pelajari fakta dan trik untuk  berinvestasi

Salah Mengelola Cash Flow dan Meningkatnya Hutang Konsumtif
Seringkali orang yang menerima penghasilan rutin seharusnya mampu menyisihkan pendapatan untuk berinvestasi, namun dalam kenyataannya orang tersebut tidak dapat melakukan investasi karena salah dalam pengelolaan arus masuk dan keluar setiap bulannya (cash flow). 

Kesalahan yang banyak dilakukan diantaranya setiap adanya kenaikan pendapatan yang diterima, tidak diatur dengan membuat budget (anggaran) pengeluaran sejak awal bulan, sehingga tanpa disadari dengan berakhirnya bulan tersebut tidak ada penghasilan yang diinvestasikan, bahkan malah menimbulkan hutang konsumtif baru seperti cicilan pembelian barang melalui kartu kredit. Untuk itu proses pembuatan aggaran pribadi ataupun keluarga sangat penting dalam menunjang proses investasi. Yuk kita biasakan membuat anggaran setiap bulannya. 

Meningkatnya Pendapatan Diikuti Perubahan Gaya Hidup
Seiring dengan meningkatnya pendapatan, umumnya akan timbul kecenderungan menambah pengeluaran yang bersifat gaya hidup, sehingga apabila seseorang tidak membuat anggaran seiring kenaikan pendapatan tersebut, dan tidak diimbangi dengan keinginan yang kuat untuk mengelola gaya hidup. Kemungkinan besar kenaikan pendapatan tersebut akan habis untuk membiayai kenaikan gaya hidup. Pada akhirnya kenaikan pendapatan tersebut akan habis untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saja. Mari kita kelola gaya hidup yang sederhana untuk meningkatkan investasi, agar tujuan keuangan untuk masa depan dapat tercapai.

Minimnya Pengetahuan Dan Pemahaman Instrument Investasi  
Apakah memang investasi itu susah, sebagian besar orang yang menjawab investasi itu susah mempunyai beberapa alasan antara lain:

  • Tidak mengerti produk investasi yang sesuai dengan profil resiko dan tujuan keuangan yang akan dicapai.

  • Tidak tahu dimana tempat untuk berinvestasi dan cara berinvestasi pada produk produk investasi yang ada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Di masa sekarang ini informasi sangat banyak, mari kita gunakan informasi tersebut untuk meningkatkan literasi dalam keuangan, atau dapat juga mengikuti program program pelatihan dan perencanaan keuangan untuk menambah wawasan dalam berinvestasi.

Investasi Belum Menjadi Prioritas Utama
Adanya pemahaman lama, bahwa investasi dilakukan  setelah semua kebutuhan hidup dan hutang dipenuhi dari pendapatan yang diterima. Hal ini  membuat investasi bukan menjadi prioritas dalam proses membelanjakan pendapatan bulanan. Hasilnya pada akhir bulan seringkali tidak ada sisa pendapatan  yang dapat dipergunakan untuk investasi. Mari teman teman kita rubah pemahaman yang lama  dengan berinvestasi di awal bulan pada saat kita menerima pendapatan.   

Demikianlah penjelasan dari penulis, semoga bermanfaat bagai rekan rekan semua, ayo kelola pendapatan dengan bijak agar hidup sejahtera.

Salam

www.jahjasumitro.com
 

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter