Tiga Jenis  Perilaku dalam  Keuangan

Tiga Jenis Perilaku dalam Keuangan

Dalam keuangan kita juga mengenal beberapa  perilaku yang tanpa sadari sering dilakukan oleh semua orang. Kira kira perilaku seperti apakah yang ada dalam kehidupan kita sehari hari?

Pribadi Surplus
Pribadi Surplus, yaitu pribadi yang dalam setiap bulannya mampu mengatur dan mengelola pendapatan yang dimiliki, serta membuat anggaran dan melakukannya dengan tertib dan komitmen, sehingga pada akhir bulan pribadi tersebut masih memiliki surplus atas pendapatannya.

Apakah kriteria pribadi surplus, pada dasarnya pribadi surplus mempunyai ciri ciri sebagai berikut:
  • Karena membuat anggaran investasi dan pengeluaran rutin, maka setiap akhir bulan biasanya mempunyai arus kas yang positip, artinya pendapatannya setelah investasi dan dikurangi oleh biaya rutin masih ada sisa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah assetnya.

  • Aset yang positip memungkinkan untuk menambah investasi atas instrument investasi yang sesuai dengan karakter dan jangka waktu tujuan keuangan.

  • Assetnya cenderung bertambah dari waktu ke waktu. 

  • Pengambilan keputusan dalam hutang akan lebih didasari keputusan hutang produktif, sehingga banyak lembaga keuangan yang menawarkan fasilitas kredit dan investasi, sehingga hutang produktif dan investasi dalam jangka waktu tertentu akan menghasilkan asset produktif.

Pribadi Pas Pas an
Selanjutnya adalah pribadi yang pas pas an yaitu pribadi yang setiap bulannya pendapatannya habis semuanya sehingga tidak memiliki kesempatan berinvestasi, karena seluruh pendapatannya habis digunakan untuk membiayai biaya rutin dan konsumsi. 

Ciri ciri pribadi pas pas an antara lain:
  • Pada akhir bulan biasanya tidak ada uang yang tersisa dari pendapatannya.

  • Tabungan asset atau investasi yang dimiliki cenderung kecil dan tidak bertambah.

  • Sering gagal ketika mengajukan kredit ke lembaga keuangan.

  • Rentan terhadap gejolak yang terjadi atas pendapatannya, karena kemungkinan besar belum mempunyai cadangan yang cukup untuk  dana darurat, misal PHK, ataupun sakit.

Pribadi Defisit
Pribadi yang Defisit yaitu pribadi yang pada akhir bulan seluruh pendapatannya habis, bahkan masih memiliki hutang.

Ciri ciri pribadi defisit:
  • Cenderung memiliki hutang konsumtif yang senantiasa meningkat

  • Sebagian pendapatannya banyak digunakan untuk membayar hutang

  • Rasio hutangnya jauh dari rasio yang sehat (melebihi angka wajar maksimal 30%) dari pendapatan.

  • Banyak terlibat hutang dengan lembaga keuangan.

Mari renungkan yang manakah diri kita? Namun ada hal yang terlebih penting yaitu bukan besarnya pendapatan kita yang menjadikan bahagia, namun bagaimana kita mensyukuri dan mengatur dengan cara mengelola dengan baik dan bertanggung jawab.

Alangkah bijaksananya apabila kita mampu memutuskan manakah yang menjadi kebutuhan dan keinginan  dalam kehidupan yang dijalani sehingga kehidupan menjadi produktif, seimbang  dan sejahtera.



Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter