Tahapan perencanaan keuangan

Tahapan perencanaan keuangan

Di dalam keuangan keluarga, setiap pribadi yang positip pasti akan memiliki pandangan yang positip, bahwa seluruh kondisi keuangan kita akan dalam kondisi yang baik. Namun seringkali kenyataannya keadaan tidak selalu baik, bahkan kadang kadang hal hal yang tidak pernah  diharapkan terjadi, seperti Pemutusan Hubungan Kerja, bisnis yang sedang dirintis defisit, ataupun tulang punggung keluarga sakit,  bahkan meninggal.

Namun kondisi kondisi tersebut bukan menjadi alasan untuk menyerah, namun harus diatasi dengan kecerdasan finansial. Jika hal hal yang tidak diinginkan telah kita ketahui, maka kita juga dapat mempersiapkan diri dengan cerdas dan bijak.  

Tujuan keuangan dapat kita ibaratkan tujuan yang akan kita capai saat mengendarai mobil dengan memakai sabuk pengaman  yang kita pakai ataupun "air bag" yang ada di mobil yang kita kendarai yang berfungsi memberikan perlindungan saat terjadi kecelakaan. 

Hal ini bukan berarti kita berencana mengalami kecelakaan, namun kita secara cerdas telah mengantisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,  sehingga tempat tujuan akhir tetap  dapat kita capai dengan mengendarai mobil tersebut.

Apa saja  langkah yang harus dilalui dalam perencanaan keuangan agar tujuan keuangan dapat tercapai, diantaranya   

  • Dana Darurat, bentuk dana darurat yang besarnya 3 sampai 6 kali kebutuhan bulanan rutin yang harus kita persiapkan pada saat segala sesuatunya dalam kondisi baik dan keuangan kita masih sehat. 

Misalkan dari anggaran dan realisasi yang pernah dibuat, diketahui bahwa kebutuhan keluarga setiap bulannya adalah Rp 5,000,000,- maka dibutuhkan dana darurat sebesar minimal Rp 15,000,000,- sampai Rp 30,000,000,- yang hanya akan dipergunakan saat kondisi kondisi yang tidak diharapkan diatas terjadi dalam keluarga.  

Dana darurat hendaknya kita sisihkan dalam asset keuangan yang likuid dan beresiko rendah seperti tabungan dan deposito.

  • Perencanaan proteksi, artinya bagaimana membeli asuransi dengan tepat dan benar (Baik Asuransi Jiwa dan Kesehatan maupun Asuransi Kerugian) untuk melindungi diri dan   asset-asset yang dimiliki sehingga resiko resiko tersebut dapat diminimalisir dan dialihkan dengan tepat melalui perusahaan asuransi yang terpercaya dan sehat secara keuangan.  

  • Perencanaan Investasi,  bagaimana kita berinvestasi dan di instrument investasi apa kita berinvestasi.

  • Perencanaan Pajak, agar hal hal yang berkaitan dengan pajak  sesuai dengan aturan yang berlaku.

  • Perencanaan Pensiun, bagaimana cara mencapainya dan menghitung yang merupkan salah satu hal yang terpenting dalam perencanaan keuangan

  • Perencanaan Waris (Estate Planning) yaitu tentang perencanaan pembagian atas harta dan asset-asset yang dimiliki, baik dengan cara menghibahkan ataupun mewariskan dengan benar  dan bijaksana dengan perencanaan (wasiat) yang didalamnya berisi kepada siapa asset akan diberikan dan berapa besarnya. Hal ini harus dilakukan di hadapan Notaris dan didaftarkan ke Balai Peninggalan Harta.

Tujuannya adalah seluruh asset dan harta yang dimiliki, dapat diberikan dalam jumlah yang tepat dan kepada orang yang ditunjuk, untuk mengurangi kemungkinan adannya perselisihan diantara ahli waris.

Itulah tahapan dalam perencanaan keuangan keluarga, jadi renungkan, rencanakan dan wujudkan hal tersebut dalam kehidupan, sehingga tatanan perencanaan keuangan menjadi sempurna dan tepat sasaran.


Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter