Perlukah Asuransi Jiwa dan Berapa Besar Nilai Pertanggungannya

Perlukah Asuransi Jiwa dan Berapa Besar Nilai Pertanggungannya

Asuransi Jiwa Untuk Siapa?
Sebelum kita membahas hal tersebut ada beberapa hal yang perlu kita ketahui diantaranya, apakah semua orang membutuhkan asuransi jiwa ?

Secara garis besar orang yang membutuhkan asuransi jiwa mempunyai ciri ciri sebagai berikut

  • Orang yang mempunyai tanggungan ataupun kepala keluarga artinya apabila orang tersebut kehilangan kemampuan ekonomisnya untuk memperoleh pendapatannya secara permanen maka ada orang atau pribadi  dan keluarga yang menjadi tanggungannya akan  terganggu di dalam memenuhi kebutuhannya.

  • Tulang punggung keluarga, yaitu pribadi yang menjadi penopang anggota keluarga, apabila pribadi tersebut kehilangan kemampuan ekonomisnya maka seluruh anggota keluarga akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.

  • Orang yang memiliki hutang, sehingga apabila pribadi tersebut berhalangan anggota seluruh anggota keluarga tidak terbebani hutang tersebut.

Dalam kasus tertentu, Asuransi jiwa mungkin tidak terlalu  dibutuhkan apabila sesorang mempunyai bisnis yang memberikan penghasilan secara rutin dan penghasilan tersebut sangat jauh lebih dari besarnya biaya kebutuhan hidup per bulan keluarganya, dengan system yang baik dan stabil serta sudah dapat berjalan tanpa kehadiran pribadi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa metode cara menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa antara lain :
  • Human Life Value Base

  • Income Value Base

  • Survival Value Base

  • Metode lainnya 

Human Live Value Based
Human Life Value Based biasanya dihitung dari adanya kebutuhan asuransi dan berapa lamanya perlindungan tersebut diperlukan misal sampai usia pensiun atau anak mandiri dan berapa besarnya pendapatan seseorang. Contohnya seorang suami, dengan istri tidak bekerja umur suami 35 tahun, anak terkecil berusia 4 tahun, dengan penghasilan Rp 10,000,000,-. Maka nilai pertanggungan asuransi berdasarkan metode tersebut adalah Rp 10,000,000,- x 12 x 20 = Rp 2,400,000,000,-

Income Value Based 
Income Value Based yaitu nilai pertanggungan berdasarkan penghasilan, contohnya dengan penghasilan Rp 10,000,000,- dan kita lihat suku bunga investasi yang tidak beresiko (dalam hal ini kita bisa memakai SBI sebagai acuannya misalnya net 0.5% maka uang pertanggungan yang diperlukan adalah Rp 2,000,000,000,-    

Survival Value Based
Sedangkan Survival Value Based  yaitu perhitungan uang pertanggungan asuransi dengan memperhitungkan berapa waktu yang diperlukan oleh pasangan untuk dapat bertahan sebelum merencanakan tujuan keuangan lain yang akan menopang kehidupan keluarga selanjutnya, misal penghasilan per bulan Rp 10,000,000,- dengan waktu bertahan pasangan 5 tahun maka Uang pertanggungan yang diperlukan adalah Rp 600,000,000,-

Metode lain adalah dengan mengitung misalnya 100 x dari biaya hidup setiap bulannya misal biaya hidup yang diperlukan adalah Rp 10,000,000,- maka uang pertanggungannya adalah sebesar Rp 1,000,000,000,- dengan asumsi pasangan telah mengenal investasi sehingga diharapkan dapat diinvestasikan ke instrument investasi yang menghasilkan return 12% per tahun.

Itulah sekilas gambaran didalam kita menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa kita, tentukanlah mana yang sesuai dengan kebutuhan setiap pribadi. Karena semua juga akan disesuaikan dengan faktor faktor lain antara lain cash flow setiap bulannya. Idealnya biaya asuransi tidak melebihi 15% dari penghasilan setiap bulannya.

Semoga bermanfaat dan tetap cerdas berasuransi.



Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter