Nabung Saham

Nabung Saham

Dalam Forum  Investor Summit and Capital Market Expo 2015 (ISCME 2015), ini digaungkan suatu kampanye "Nabung Saham". Sebenarnya apa sih tujuan dan maksud dari kampanye nabung saham?
Saat ini BEI, OJK, sedang gencar melakukan kampanye ini. Bahkan kampanye ini diresmikan secara langsung oleh Wapres Bapak  JK.  

Selain bertujuan untuk meningkatkan jumlah investor saham di Indonesia untuk mencapai lebih dari   2 juta investor. Hal ini dilakukan karena jumlah investor saham di Indonesia saat ini masih sangat minim dibandingkan dengan negara negara tetangga lain (Asean). 
Menurut beberapa data yang ada saat ini investor saham indonesia masih dibawah 4% penduduk Indonesia
Bila dibandingkan yang menabung di bank sudah mencapai 60% 

Hal ini terlihat sangat kontras sekali  kalau kita mengamati banyak sekali tawaran investasi "bodong" yang sanggup menggaet banyak korban dalam waktu singkat dan merugikan banyak pihak dalam jumlah rupiah yang cukup fantastis.  Ini kemungkin disebabkan oleh karena banyaknya  orang yang ingin memperoleh hasil serba instan dan tidak mau melalui proses di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

Selain itu dalam satu artikel media nasional pernah dinyatakan bahwa masyarakat indonesia, masih lebih berminat dan antusias membeli Handphone canggih dengan mencicil, serta membeli pulsa telepon sebagai salah satu pengeluaran terbesar dalam pola belanjanya  dan melakukan pembelanjaan lain yang bersifat konsumtif, dibandingkan dengan menyisihkan sebesar Rp 100,000,- sampai Rp 250,000,- secara rutin melalui reksadana ataupun saham.  Ini tentunya menjadi  ironis sekaligus memprihatinkan bagi kita sebagai warga negara Indonesia.

Sebagian besar dari masyarakat masih terbiasa menabung di bank dibandingkan dengan pasar saham. Untuk itulah melalui kampanye ini, diharapkan jumlah investor saham naik dan banyak dana masyarakat yang berinvestasi melalui pasar modal dapat langsung diserap untuk pembangunan.

Bagaimana caranya untuk berpartisaipasi "Nabung Saham"  secara mudahnya sesorang dapat membuka rekening SID (single investor identification) dengan jumlah tertentu di bank yang sudah bekerjasama dengan perusahaan sekuritas ataupun menghubungi dahulu perusahaan sekuritas untuk membuka rekening di bank yang telah ditentukan. Nantinya uang tersebut setiap bulannya dapat diauto debet dalam jumlah tertentu untuk membeli saham atau reksadana yang disetujui oleh pemilik akun. 

Dengan demikian dalam jangka panjang misalkan 10 tahun diharapkan hasil investasi tersebut dapat meningkat, karena saham dan reksadana saham adalah instrument investasi untuk jangka panjang.

Sebagai informasi,  seperti yang disampaikan oleh Direktur BEI Bapak Tito Sulistio dalam 10 tahun terakhir return rata rata IHSG sekitar 24% sedangkan return rata rata deposito hanya 7.2%, artinya berinvestasi melalui  saham dalam jangka panjang lebih menguntungkan.  

Tentunya jika kita "menabung" saham atau reksadana dalam periode tertentu dan melakukannya pada tanggal tertentu secara rutin dan disiplin, prinsip ini secara tidak langsung seperti melakukan "dollar cost averaging" dalam berinvestasi. Sehingga diharapkan dalam jangka panjang resiko fluktuasi dapat diturunkan, dan  memperoleh return yang lebih besar dari deposito bahkan mengalahkan inflasi.  

Mari kita sukseskan kampanye " Nabung Saham" demi mendukung pembangunan Indonesia. 

Tentunya pelajari dan kenali dan pahami dahulu resiko dan jenis produk investasi ini, agar kita benar benar mengerti saat berinvestasi.  Selamat berinvestasi.


  

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter