Mempersiapkan Anggaran Pernikahan

Mempersiapkan Anggaran Pernikahan

Seringkali ketika sesorang menginjak dewasa,  lalai mempersiapkan  biaya pernikahan, namun hal ini baru disadari dan mulai dipikirkan saat ada seseorang yang mencintai dirinya dan meminta untuk membangun bahtera rumah tangga. Namun kita juga menyadari bahwa menikah itu memerlukan persiapan dan biaya. Apabila sebagai pasangan akan membebankan seluruh biaya pernikahan dan kebutuhan kebutuhan setelah pernikahan kepada orang tua, tentunya hal ini akan menjadi kurang nyaman.

img-1471793073.jpg

Untuk menyiasati hal tersebut idealnya biaya pernikahan mulai dipikirkan dan disisihkan sejak seseorang mulai bekerja dan belum mempunyai pasangan. Hal ini perlu dipersiapkan sejak awal apabila memang sebagai seorang pribadi merencanakan suatu saat akan menikah. Idealnya 20-30% penghasilan dapat disisihkan untuk keperluan ini, agar bila saatnya tiba kebutuhan keuangan untuk pernikahan tersebut telah siap.  Atau apabila hal ini sudah terlewat dana untuk kebutuhan pernikahan dapat mulai dipersiapkan 2-3 tahun sebelum pernikahan, sehingga dana tersebut dapat diinvestasikan terlebih dahulu, karena bila hanya memiliki tabungan saja ada kemungkinan belum mencukupi dana yang dibutuhkan. Namun apabila akan berinvestasi agar diperhatikan jangka waktu dan disesuaikan dengan instrument investasi yang sesuai dengan jangka pernikahan tersebut.

img-1471793248.jpeg

Apabila rencana pernikahan akan dilakukan kurang dari  2 tahun ke depan sebaiknya dana investasi hanya dinvestasikan ke dalam investasi yang resikonya rendah seperti reksadana pasar uang atau deposito saja. Namun apabila jangka waktunya masih 3 tahun kedepan dapat dipertimbangkan investasi ke reksadana pendapatan tetap. Apabila jangka waktunya lebih dari 3 tahun sampai 5 tahun dana tersebut dapat diinvestasikan kedalam reksadana campuran, namun bila masih 5 tahun ke atas dapat diinvestasikan ke dalam reksadana saham.

img-1471793456.jpg

Pertama tama yang perlu dimaksukkan ke dalam budget antara lain :

Gaun pengantin pria dan wanita,  sepatu pengantin pria dan wanita, cincin pernikahan dan accessoris lainnya, gaun pengiring pria dan wanita, gaun untuk keluarga, rias wajah pengantin pria dan wanita, hotel untuk pengantin, sewa gedung dan dekorasi, biaya pengurusan surat surat dan legalitas pernikahan, catering, dokumentasi, transportasi, biaya wedding organizer dan biaya cetak kartu undangan. Misal setelah dihitung biaya yang diperlukan saat ini sebesar Rp 67,500,000,- maka jika asumsinya pernikahan akan dilakukan 3 tahun kemudian dengan asumsi kenaikan biaya sebesar 10% per tahun maka biaya yang dibutuhkan akan menjadi  Rp 89.842,500,- nah biaya ini yang harus dipersiapkan oleh calon mempelai sehingga diharapkan mereka dapat menginvestasikan pada instrument reksadana pendapatan tetap dengan investasi per bulan sebesar Rp 2,132,506,- Untuk mengupdate hal ini calon mempelai dapat memperolehnya dengan menghadiri pameran pernikahan sehingga dapat memilih dan dihitung sesuai dengan budget yang disepakati bersama.   

Tentunya ini menjadi biaya yang cukup besar, maka perlu dibicarakan oleh kedua belah pihak, namun sebelum melangkah ada baiknya dua individu ini mengenali perilaku di dalam keuangan masing masing, dan diharapkan dapat terbuka terutama mengenai beberapa hal antara lain:

Mengetahui jumlah pengeluaran dan pemasukan masing masing pribadi serta gaya hidup setiap pribadi, karena gaya hidup yang cenderung boros akan berpotensi menimbulkan masalah di dalam keuangan keluarga nantinya. Hal ini akan menentukan gaya hidup ataupun pengeluaran setelah menikah, sehingga dapat didiskusikan sejak awal dan diharapkan saling menyesuaikan dengan keadaan keuangan kedua belah pihak.

Adakah diantara kedua belah pihak yang mempunyai hutang konsumtif seperti hutang kartu kredit dan hutang KTA, dan sebaiknya terbuka kepada calon pasangan dan idealnya dapat diselesaikan secara pribadi sebelum menikah, agar beban hutang tidak membebani keluarga yang akan dibangun.

Apakah akan ada perjanjian pranikah yang akan dibuat sebelum menikah atau menganut harta bersama, hal ini harus didiskusikan sejak awal, agar semuanya menjadi jelas beserta dengan konsekuensi yang timbul saat kedua pribadi telah sepakat memutuskannya.

img-1471795187.png

Hal hal yang sebaiknya dihindari di dalam mempersiapkan pernikahan antara lain:

Mengambil pinjaman konsumtif ataupun Kredit Tanpa Agunan hanya untuk mengadakan pesta pernikahan yang diimpikan, karena jika salah perhitungan ada kemungkinan akan menanggung biaya hutang untuk resepsi pernikahan selama bertahun tahun dalam keluarga yang akan dibentuk.

Membuka tabungan bersama, sebaiknya masing masing pihak menabung atau berinvestasi di rekening masing masing, hal ini untuk menghindari seandainya hubungan tidak dapat berlanjut ke pernikahan sehingga tidak memunculkan masalah baru, yang penting masing masing pihak bertanggung jawab dalam mengupayakan menabung atau berinvestasi untuk biaya pernikahan berdua.

img-1471796183.jpg
 
Biaya pernikahan sebaiknya tidak menghabiskan semua tabungan yang dimiliki oleh calon pengantin, karena setelah menikah ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain 

Tempat Tinggal 
Tempat tinggal merupakan hal yang penting dipersiapkan, seandainya di awal pernikahan  masih tinggal bersama orang tua, namun perlu dipikirkan pula kapan akan memiliki rumah sendiri, sehingga apabila mengambil kredit perlu mempersiapkan uang muka pembelian rumah tersebut. Selain itu prioritas memiliki rumah harus lebih diutamakan daripada mempunyai kendaraan.

Dana Darurat 
Yaitu sejumlah dana yang dipersiapkan dan hanya dipakai untuk menghadapi kondisi darurat seperti sakit dan membutuhkan biaya perawatan di rumah sakit, memperbaiki asset yang rusak yang telah dimiliki.

Biaya biaya yang diperlukan oleh anak anak yang telah disepakati termasuk jumlah anak yang akan menjadi anggota keluarga yang baru, dimana biaya ini tidak hanya sebatas biaya persalinan, namun juga mencakup biaya pendidikan mereka.

Asuransi
Perlunya perlindungan asuransi untuk keluarga yang terdiri dari asuransi jiwa, kesehatan dan asuransi atas rumah, mobil dan asset aset lain yang telah dimiliki. 

Demikianlah sharing penulis kali ini tentang mempersiapkan biaya pernikahan, apabila anda membutuhkan budget sederhana dapat diunduh melalui link ini http://jahjasumitro.com/uploadedfiles/wedding budget.xlsx

img-1471798211.jpg

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter