Memilih Prioritas Tujuan Keuangan

Memilih Prioritas Tujuan Keuangan

Image taken from cermati.com 
Dalam praktek sehari hari, ketika penulis  terlibat pembicaraan santai bersama sahabat, banyak sekali menjumpai rekan rekan yang dapat menetapkan tujuan keuangan dengan baik, namun masalah yang muncul  tujuan dan impian yang akan di capai terlalu banyak. Sedangkan dari sisi jangka waktu pencapaian tujuan keuangan sudah mendesak. Saat kita dalami lagi, dari sisi pendapatan ataupun dana yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut terbatas. Bagaiman mengatasi hal ini, berikut ini  trik singkat dan sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Yuk kita ikuti langkah langkahnya:

Memilih Prioritas Tujuan Keuangan Sesuai Kebutuhan
Dalam menentukan tujuan keuangan, sebaiknya prioritas dilakukan sesuai dengan kebutuhan serta ketersediaan dana yang dapat dipenuhi sesuai keadaan dan pendapatan  saat ini. Sehingga tujuan keuangan dapat ditetapkan (dipilih) dengan urutan sesuai dengan kepentingan utama, dan prioritas waktu. Dengan pemilihan prioritas ini diharapkan tujuan keuangan lebih realisitis dan benar benar dapat dicapai.

Contoh dalam suatu kasus perencanaan sesorang memiliki beberapa  tujuan keuangan yang akan  antara lain:

Merencanakan Pernikahan dalam waktu 3 tahun dengan biaya Rp 250,000,000,-
Membeli Mobil dalam waktu 4  tahun  dengan anggaran pembelian mobil sebesar Rp 200,000,000,-
Membiayai orang tua untuk tamasya  ke luar negeri 4 tahun lagi dengan anggaran sebesar Rp 30,000,000,-
Membeli rumah dengan harga Rp 1,000,000,000,- dalam waktu 7 tahun lagi dengan uang muka  sekitar Rp 300,000,000,-

Pendapatan rutin per bulan sebesar Rp 7,000,000,- kemudian jumlah investasi yang dapat dilakukan per bulan sebesar Rp 3,000,000,- Biaya hidup per bulan, sebesar Rp 4,000,000,- serta  sudah tersedianya dana darurat.sebesar Rp 18,000,000,-

Dari hasil diskusi setelah dihitung dengan cermat  akhirnya diputuskan melakukan perubahan beberapa rencana dan prioritas sebagai berikut:

Merencanakan biaya pernikahan 3 tahun lagi dengan budget biaya Rp 150,000,000,-
Membeli motor setahun lagi seharga Rp 12,000,000,- 
Membiayai perjalanan tamasya Ibu 4 tahun sebesar Rp 30,000,000,-
Membeli rumah dengan budget Rp 600,000,000 dalam waktu 8 tahun lagi dengan target uang muka Rp 200,000,000,-

Sesuaikan Tujuan Dan Kondisi Keuangan
Kesimpulannya, apabila kondisi keuangan tidak mencukupi untuk mencapai beberapa tujuan keuangan,  ada beberapa  cara dan perubahan yang dapat dilakukan untuk mencapainya, sesuai dengan contoh kasus diatas, dimana prioritasnya diubah ataupun ada beberapa hal yang dihilangkan atau disesuaikan. 

Jumlah biaya atau anggaran yang akan di capai diturunkan sesuai dengan kemampuan keuangan, jangka waktu pencapaian disesuaikan kondisi keuangan ataupun mengganti tujuan yang akan dicapai.  Dalam kasus diatas mobil sementara digantikan motor. Dan type rumah diubah lebih kecil agar mengurangi harga pembelian rumah (jumlah yang harus dipersiapkan untuk uang muka) serta  waktu pencapaiannya  diperpanjang.

Meningkatkan Kapasitas Pribadi 
Meningkatkan kapasitas pribadi dalam hal keuangan dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

Menambah pendapatan dengan memanfaatkan bakat atau potensi yang dimiliki, contoh jika mahir membuat masakan atau kue, dapat mengoptimalkan keahlian tersebut untuk menambah penghasilan, atau jika di rasa perlu dan sangat terpaksa dapat juga melakukan pindah kerja untuk meningkatkan pendapatan yang diterima (hal ini harus dipertimbangkan secara matang dengan melihat, kapasitas, umur dan keahlian yang dimiliki)

Menurunkan gaya hidup yang berlebihan, sehingga diharapkan penghematan biaya tersebut dapat digunakan untuk menambah pos investasi, sehingga tujuan keuangan dapat dicapai dengan waktu yang lebih singkat.

Mempelajari investasi dan belajar investasi agar tidak terjebak pada investasi "bodong" dan dapat memilih pertimbangan investasi dari segi resiko yang terukur dan hasil pengembalian investasi yang wajar.

Jangan Tunda Rencana, Segera Lakukan  
Ketika rencana dan tujuan keuangan telah ditetapkan, jangan ditunda pelaksanaannya, karena semakin ditunda akan membutuhkan biaya dan  dana yang besar untuk mencapai tujuan keuangan akibat adanya unsur inflasi.

Fokus dan Libatkan Keluarga 
Libatkan keluarga dalam menentukan tujuan keuangan, agar seluruh angota keluarga berperan didalamnya untuk menjaga biaya keluarga sesuai anggaran. Jangan takut terhadap perubahan rencana keuangan dari waktu ke waktu seiring dengan tercapainya suatu tujuan keuangan, perubahan kondisi ekonomi baik secara umum, atupun adanya perubahan situasi ekonomi yang terjadi di keluarga. Yang paling penting tetap fokus pada tujuan keuangan yang akan dicapai sehingga anggaran konsumsi yang dikeluarkan setiap bulan tidak berlebihan, sehingga alokasi investasi  dalam upaya mencapai tujuan keuangan tersebut tetap secara konsisten dilakukan sampai tujuan keuangan tersebut tercapai. 

Demikianlah sharing penulis saat ini semoga bermanfaat

Salam

www.jahjasumitro


   

 

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter