Mau Investasi Reksa Dana  Bagaimana Caranya

Mau Investasi Reksa Dana Bagaimana Caranya

Reksadana Non konvensional diantaranya

Reksadana Terproteksi
Biasanya dibentuk dalam periode tertentu, disesuaikan dengan tenor yang membentuk asset dasarnya, biasanya bersifat tertutup, investor hanya dapat berinvestasi pada saat penawaran perdana. Pada saat jatuh tempo investor akan menerima pokok investasi dan pengembangannya. Namun apabila hasi investasi kurang baik, saat jatuh tempo hanya pokok investasi yang dikembalikan.
 
Reksadana Index 
Biasanya diinvestasikan dalam index yang diikutinya misal LQ 45, JII dan imbal hasilnya  akan disejajarkan dengan index yang diikutinya.

Reksadana Exchange Trading Fund (ETF)
Reksadana yang unit penyertaannya diperdagangkan dibursa sepanjang hari dan harga dapat berubah sepanjang hari mengikuti pasar saham.

Reksadana yang mendukung sektor riil

Dana Investasi Real Estate
Biasanya diinvestasikan dalam asset real estate, dan berkaitan dengan asset real estate. Assetnya berupa tanah, gedung, ataupun saham perusahaan real estate, NAB ditentukan oleh penilai (Appraiser) 

Kontrak Investasi Kolektif  Effek Beragun Aset (KIK-EBA)
Reksa dana berbasis aset keuangan seperti surat berharga komersial, KPR , KPM, 

Keunggulan Reksadana 
Mudah dan terjangkau, mulai  Rp 100,000,-

Likuiditas, sangat likuid  maksimal T+ 7 untuk  mencairkan  

Diversifikasi resiko, investasinya  transparant

Dikelola oleh Manajer Investasi yang professional, pilihan produknya beragam
 
Efisien dan potensinya besar karena jumlah dana yang dikelola besar

Kinerja reksadana dapat dilihat dari perubahan NAB nya dari waktu ke waktu, saat pertama kali reksadana di luncurkan NAB sebesar Rp 1,000,- setelah berjalannya waktu apabila kinerja reksadana bagus, nilai NABnya akan terus meningkat.                            
Resiko Investasi Reksadana

Resiko wan prestasi dari bank Kustodian ataupun Manager Investasi

Resiko perubahan ekonomi dan politik

Resiko yang berhubungan    dengan        peraturan

Resiko selisih kurs 

Resiko Likuiditas  (seperti   saat  crash  tahun 2005)

Resiko yang bersifat global

Kelebihan Reksadana

Biayanya rendah, bisa beli online, melalui bank ataupun manajer investasi

Systemnya pembeliannya mudah dapat dilakukan secara auto debet ataupun transfer 

Bukan merupakan Objek Pajak 

Tips Memilih Reksadana 

Manager investasinya, apakah termasuk dalam 10 besar (MI) yang mengelola dana  kelolaan (AUM)  jumlah besar dari reksadana yang mereka ciptakan

Track Record minimal 5 tahun terakhir, apakah kinerjanya stabil dan diatas rata rata

Reksadana yang baru apabila dikelola oleh MI yang baik dengan track record yang baik hasilnya cenderung baik 

Jumlah investor besar dan retailnya, dilihat dari jumlah asset dan investor. 

Biaya biaya yang timbul. berapa lama mereka melakukan perubahan komposisi portofolio



Membaca Fund Fact Sheet & Prospektus  untuk melihat kinerja reksadana

Fund Fact Sheet adalah gambaran kinerja reksadana yang diterbitkan setiap bulan sebagai informasi bagi investor

Prospektus adalah gambaran produk reksadana lebih rinci, biasanya diterbitkan saat awal peluncuran

Mengevaluasi Reksadana yang dipilih. 

Dalam periode tertentu kita evaluasi komitmen investasi kita dan kinerja (imbal hasil) yang dicapai oleh reksadana yang kita pilih untuk mencapai tujuan keuangan kita sehingga  dapat mengevaluasi apakah pemilihan atas produk dan Manager Ivestasi sudah tepat.

Demikianlah sharing dari penulis tentang reksadana, apabila ada pertanyaan dapat menghubungi penulis.




Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter