Hitung Resikonya baru tingkat imbal hasil Investasinya

Hitung Resikonya baru tingkat imbal hasil Investasinya

Minggu lalu Harian Ekonomi dan Bisnis  Kontan mengulas tentang munculnya bentuk investasi baru yang ada di masyarakat, tentunya apabila investasi tersebut dilakukan oleh lembaga investasi, seharusnya lembaga tersebut dan produknya berada di bawah pengawasan Otorits Jasa Keuangan (OJK).

Dari yang disebutkan dalam harian tersebut ketiganya memiliki beberapa ciri ciri yanag sama antara lain, mengutip dana untuk pendaftaran awal, kemudian ada range jumlah uang tertentu yang harus diinvestasikan melalui produk investasi yang mereka keluarkan tersebut. 


Menurut  informasikan yang ada , rata rata mereka menawarkan imbal hasil yang cukup fantastis, bayangkan dalam sehari imbal hasil yang akan di tawarkan sebesar 1% artinya dalam setiap bulan mereka memberian imbalan  sebesar minimal 30%, dan apabila pokok dan imbal hasil tersebut diinvestasikan lagi dalam satu tahun artinya para investor akan menerima imbal hasil yang cukup membuat mata setiap orang yang menghitungnya silau.

Ini bukan angka tingkat pengembalian investasi  yang kecil, bila kita bandingkan dengan instrumen investasi lain yang telah kita kenal dan diawasi langsung oleh OJK seperti :

  • Reksa Dana Pasar Uang dan Deposito, rata rata dalam setahun produk tersebut akan memberikan hasil sekitar 8%

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap rata rata dalam jangka panjang jika disetahunkan akan memberikan hasil sekitar 10-11% 

  • Reksa Dana Campuran rata rata dalam jangka panjang jika di setahunkan akan memberikan hasil sekitar 15% 

  • Reksa Dana Saham ataupun saham, rata rata dalam jangka panjang jika di setahunkan akan memberikan hasil sekitar 20%

Apa pandangan penulis tentang hal ini sebaiknya berhati-hati sebelum mengambil keputusan berinvestasi, apabila kita pelajari dan cermati, apakah imbal hasil yang diberikan tersebut wajar, hal ini bisa dibandingkan apabila seseorang melakukan bisnis dalam sektor riil, kita bisa mempelajari berapa keuntungan yang wajar dari suatu bisnis.

Bandingkan dengan hasil investasi yang ditawarkan  tersebut dengan produk  investasi yang diawasi oleh OJK, apakah hal tersebut, masuk akal dan wajar. 

Kita dapat mengkritisinya lebih lanjut, apabila seorang pengusaha sedang membutuhkan modal kerja, suku bunga yang berlaku saat ini berdasarkan informasi dari BI  adalah sbb http://www.bi.go.id/id/perbankan/suku-bunga-dasar/Default.aspx 

Maka apabila mereka berani memberikan bunga atau imbalan sebesar 30% per bulan apakah hal tersebut wajar, mengingat apabila pengusaha tersebut mengambil pinjaman dari Bank, tentunya dari sisi suku bunga akan lebih efisien dibandingkan dengan menghimpun dana dengan memberikan bunga sebesar 30% per bulannya.

Hal yang perlu diingat apabila kita berinvestasi di pasar modal,  adalah tidak ada jaminan keuntungan (yang pasti) karena semuanya tergantung dari kinerja instrumentasi yang kita pilih, hal ini berbeda dengan produk perbankan (tabungan, deposito) yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan. Sehingga kita harus belajar, dan mengenali instrumen investasi yang akan kita pilih, serta berinvestasilah  pada lembaga keuangan yang telah diatur dan diawasi OJK.  

Jadi apabila ada instrument investasi yang dijanjikan dengan imbalan yang sifatnya tetap dan pasti setiap bulannya dan memberikan imbal hasil yang tinggi,  perlu mengkritisinya, dan perlu mempelajarinya sebelum menginvestasikan uang, agar terhindar dari investasi yang menyesatkan yang ujung ujungnya akan merugikan investor.   

Dari berbagai ciri ciri dan aspek legalitas yang belum jelas tersebut, penulis menyarankan sebaiknya menghindari tawaran investasi yang berpotensi merugikan tersebut, dan jangan hanya memandang hasil yang dijanjikan yang mungkin membuat mata kita silau. Ingat investasi itu perlu dipelajari dan dimengerti resikonya sebelum kita bertindak, sesal kemudian tiada gunanya.

Selamat berinvestasi dan apabila berinvestasi yang berkaitan dengan pasar modal pilihlah investasi yang sesuai dengan profil dan karakter yang cocok untuk anda pribadi, serta aturan dan lembaganya diawasi oleh OJK. God Bless You 

Gambar (image) : sumber Kontan

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter