Efektifkah Menabung

Efektifkah Menabung

Image taken from :www.yourmoneyrelationship.com
Apakah menabung masih efektif untuk mendukung naiknya jumlah asset yang dimiliki? . Dalam masa globalisaasi sekarang mungkin kita harus menganalisanya dengan cermat, karena apabila kita hanya mengandalakan menabung, kemungkinan besar pada saat pensiun terpaksa harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pola menabung harus harus diubah dalam paradigma pemikiran kita menjadi berinvestasi. Karena musuh utama dalam mencapai tujuan keuangan adalah inflasi. Tanpa mengandalkan instrumen investasi yang hasil imbal baliknya melebihi inflasi, maka akan sulit untuk mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.  Yuk kita simak apa saja yang terjadi saat kita hanya menabung tanpa melakukan investasi.

Inflasi
image taken from : ekbis.sindonews.com
Inflasi secara awam adalah  kecenderungan naiknya harga kebutuhan dan jasa dari waktu ke waktu, karena kecenderungannya kenaikan inflasi jauh melebihi kenaikan gaji ataupun pendapatan yang kita terima. Jika asumsi kenaikan gaji per tahun adalah 10%, kita dapat membandingkannya dengan harga semangkuk bakmi yang tahun lalu dijual oleh abang abang penjual mie Rp 7,500,- mungkin tahun ini akan dijual dengan harga Rp 10,000,000 berarti ada kenaikan sebesar 30% . Demikian juga hal ini dapat dibandingkan dengan biaya pendidikan bagi orang tua yang  putra dan putrinya bersekolah di sekolah swasta, 

Data Inflasi ini akan berbeda dengan laporan yang dikeluarkan oleh pemerintah, karena data pemerintah bersifat menyeluruh, sehingga ada kemungkinan inflasi tiap sektor akan berbeda dengan data tersebut. Inflasi yang lebih riil akan dapat dipahami oleh para Ibu yang berbelanja di pasar dan dihadapkan dengan kenaikan harga bawang merah, telur dan cabai.

Apabila kita hanya menabung, dengan tingkat bunga yang hanya 2%-4%, dapat dipastikan uang yang kita tabung akan mengalami penurunan daya beli  yang disebabkan adanya inflasi tersebut, mari kita rubah kebiasaan kita dari menabung menjadi berinvestasi.https://www.youtube.com/watch?v=GAt_O5KvARA
img-1478570702.jpga

Biaya Administrasi
image taken from : www.homeit.co.nz
Mari kita cek buku tabungan kita, berapa biaya administrasi yang dikenakan setiap bulannya, biasanya berkisar Rp 10,000,- sampai Rp 15,000 artinya jika jumlah bunga tabungan yang kita terima  apabila tidak melebihi biaya administrasi, sama saja kita menabung, namun jumlahnya tidak bertambah malahan berkurang dengan adanya biaya administrasi tersebut. Sehingga menabung menjadi tidak efektif, dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan investasi. Karena menabung bukan bertambah kaya, namun malah miskin karena adanya biaya administrasi dan faktor inflasi.
img-1478719655.jpg
Memahami Time Value of Money 
image from : www.sha.cornell.edu
Bila kita hanya menabung, misal saat ini kita memiliki Rp 100,000,000 uang tunai yang diinvestasikan dalam deposito yang hanya memberikan imbal hasil per tahun net 6% dengan tingkat inflasi sebesar 10% per tahun, dalam 10 tahun nominal tersebut tetap Rp 100,000,000,- namun daya belinya sudah berkurang menjadi hanya Rp 69,000,000,-. Kita bayangkan seandainya investasi yang akan kita gunakan untuk menjalani masa pensiun hanya didepositokan atau ditabung saja, tentunya akan berakibat cukup fatal, karena adanya penurunan daya beli tersebut. Jadi dapat dikatakan bila kita hanya menabung atau deposito saja, sebenarnya kita belum melakukan investasi, karena imbal hasil yang diterima tidak dapat mengimbangi turunnya nilai uang karena adanya inflasi.http://jahjasumitro.com/pemahaman-nilai-uang-dan-waktu-detail-23271.html
img-1478719775.jpg

Tabunglah Reksa dana dan Saham
image taken  from: www.yuknabungsaham.idx.co.id
Dengan menabung secara rutin dalam instrumen investasi seperti reksadana dan saham, diharapkan dapat mengalahkan inflasi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dengan perencanaan keuangan yang matang dan baik,  dapat dihitung kebutuhan dananya dan perkiraan jumlah investasi  yang dilakukan setiap bulannya. Keuntungan yang diperoleh dari menabung reksadana dan saham antara lain sebagai berikut:

Untuk reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang professional sehingga kita tidak perlu lagi memikirkan bagaimana pengelolan dan alokasi asset investasinya secara pribadi, kita dapat memantau kinerja manajer investasi yang telah dipilih dengan membandingkan kinerja reksa dana yang dikelola dengan manajer investasi yang lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana memilih produk dan manajer investasi disesuaikan dengan tujuan keuangan yang akan dicapai serta profile resiko kita. Investasi melalui reksadana dapat dilakukan dengan menyisihkan jumlah yang relatif terjangkau sebesar Rp 100,000,-. dan dapat dilakukan secara on line. Hal ini akan memudahkan kita dalam mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang, dibandingkan tanpa adanya investasi secara rutin kita harus menyiapkan dana dalam jumlah yang besar saat misalnya memasuki masa pensiun.http://jahjasumitro.com/mau-investasi-reksa-dana-bagaimana-caranya-detail-19983.html
img-1478719969.jpg

Ketika kita menabung saham ada dua hal yang kita dapatkan yaitu:
Capital Gain adalah keuntungan yang kita dapatkan dari adanya kenaikan harga saham dibandingkan saat kita membeli saham tersebut, deviden yaitu adanya pembagian keuntungan yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Bagaimana memilih perusahaan dalam berinvestasi pada saham, sebaiknya memilih perusahaan yang produknya kita mengerti bahkan kita pakai dalam kehidupan sehari hari seperti perusahaan sabun, pasta gigi seperti Unilever, dan perusahaan mie instan ICBP Indofood dan jasa telekomunikasi seperti Telkom dan perusahaan perusahaan terbuka yang lainnya.

Resiko dalam berinvestasi saham antara lain resiko  capital loss (menurunnya harga saham) dan resiko likuiditas (perusahaan bangkrut), oleh sebab itu pilihlah perusahaan yang sehat secara keuangan, dan produknya sudah tidak asing bagi kita dalam kegiatan sehari hari. http://jahjasumitro.com/nabung-saham-detail-11845.html.

img-1478720356.jpg
Demikianlah artikel penulis saat ini apabila ada pertannyaan anda dapat meninggalkan komentar dan penulis akan membalasnya.

Salam,


www.jahjasumitro.com

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter