Ciri Ciri Investasi Bodong

Ciri Ciri Investasi Bodong

Image taken from : rakyatsatu.com
Beberapa hari ini di harian media nasional diberitakan kembali tentang investasi bodong, investasi ini menjerat dan menjebak banyak lapisan masyarakat yang "tertipu" janji manis sebuah program investasi dengan menjanjikan imbal hasil yang cukup tinggi dan bersifat pasti. 

Sedangkan yang harus kita ketahui dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan pun telah ditegaskan, bahwa setiap pengelola investasi (ataupun manajer investasi) dilarang menjanjikan imbal hasil tertentu atas kegiatan investasi
.
Kebanyakan dari korban investasi bodong tersebut seringkali kurang tertarik mempelajari seluk beluk investasi, serta  hanya sekilas memahami informasi investasi yang akan diikuti.  Biasanya mereka hanya tertarik pada imbal hasil yang dijanjikan oleh pengelola investasi tersebut. 

Ironisnya masyarakat yang terjebak investasi bodong ini terdiri dari beberapa kalangan baik yang berpendidikan rendah sampai yang berpendidikan tinggi. Jadi meskipun berpendidikan tinggi seringkali pemahamanan tentang investasi dan cara pengaturan keuangan kurang mendapatkan perhatian yang serius.

Untuk menghindari agar kita tidak menjadi korban suatu investasi bodong, kita dapat mengenali ciri cirinya antara lain;

Biasanya menjanjikan imbal hasil yang tinggi dan pasti
Imbal hasil yang dijanjikan penyelenggaran investasi bodong biasanya mulai dari 5%, 10% atau lebih dan di dalam informasinya menyatakan bahwa imbal hasil tersebut bersifat pasti, sedangkan dalam ketentuan OJK telah disebutkan bahwa manajer investasi tidak boleh menjanjikan hasil investasi secara pasti.

Tidak terdaftar di bawah Badan Pengawasan Investasi yang resmi  
Setiap investasi di pasar modal saat ini diawasi oleh OJK, Namun jika kita melakukan investasi berjangka saat ini di awasi oleh BAPPEBTI, sedangkan untuk produk produk perbankan seperti tabungan dan deposito selain diawasi OJK juga dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)

Izin Usaha Tidak Sesuai
Biasanya pengelola investasi bodong hanya mempunyai ijin tertentu misalnya usaha perdagangan namun dalam kenyataanya mereka menghimpun dana masyarakat dan mengelola dana tersebut layaknya lembaga (manajer investasi) sehinggan dari hal ini saja sebenarnya apabila kita bersifat kritis sudah mengetahui adanya pelanggaran ijin usaha.

Perhitungkan resiko baru pikirkan tentang imbal hasil
Sebelum berinvestasi, sebaiknya kita kenali dahulu resikonya, dan kita harus belajar agar mengerti dan jelas sebelum melakukan investasi, sebaiknya kita berinvestasi pada hal hal yang memang kita mengerti, bila tidak harus dipelajari dahulu. Setelah mengerti resikonya dan kita masih bisa menerima resiko tersebut, baru dipikirkan dengan imbal hasil yang kan diperoleh, apakah imbal hasil tersebut masih dalam batas yang wajar. Bila kita telah memahami dan mengerti tentang hal tersebut, barulah kita berinvestasi.

Multi Level Marketing atau Skema Ponzi (Piramida)
Seringkali bisnis yang menganut sistem ponzi hampir mirip dengan bisnis multi level marketing, namun apabila bisnis tersebut tidak menjual suatu produk, namun hanya menjual sistem dimana kita memperoleh imbalan atau keuntungan bila berhasil merekrut atau memperoleh down line saja, kita wajib curiga karena ini merupakan ciri ciri dari bisnis ponzi. Dimana pada akhirnya orang yang berada diurutan  paling bawah piramida tersebut akan mennjadi korban penipuan. Dalam sistem multi level marketing, sesorang akan memperoleh rewards berupa bonus ataupun tambahan penghasilan bila orang tersebut telah menjual produk. Sedangkan dalam skema Ponzi biasanya mereka hanya menjual sistem saja.

Jadi perlu kita ketahui baik kita berinvestasi ataupun berbisnis semuanya memiliki resiko, jadi pelajari dahulu dengan seksama supaya tidak terjebak dalam investasi bodong.





   

 




Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter