Bocor Halus Bagaikan Angin

Bocor Halus Bagaikan Angin

"Be ware of little expenses small leak will sink a great ship"  quote by Benjamin Franklin  

Tentunya teman teman pernah mengalami apa yang namanya bocor halus pada ban kendaraan yang kita tumpangi. Ya sedikit demi sedikit angin di dalam ban tersebut keluar, sampai akhirnya ban tersebut benar benar kempis dan kendaraan tidak bisa berjalan lagi.

img-1464044463.jpg

Didalam perencanaan keuangan kita juga mengenal istilah bocor halus, apa itu bocor halus keuangan, bocor halus keuangan adalah pengeluaran yang tidak pernah dianggarkan ataupun direncanakan sebelumnya, namun jumlahnya secara nominal kecil, dan tidak disadari dilakukan berulang kali, jumlahnya akan menjadi besar.

Masih belum jelas, mari kita gunakan contoh dalam kehidupan kita sehari hari sebagai berikut, saat kita jalan jalan kita merasa haus, kita singgah di salah satu mini market dan membeli minuman ringan dengan uang Rp 50,000,- sisa uang kembalian yang kita terima biasanya akan cenderung lebih cepat habis. 

Mengapa hal ini terjadi, karena dengan nominal pecahan uang yang lebih kecil misal Rp 5,000,- dan Rp 10,000,- secara tidak sadar seseorang cenderung lebih mudah membelanjakannnya untuk pengeluaran kecil lainnya misal ditambah membeli kembang gula dan lain lainnya. contoh lainnya biaya parkir yang sekali parkir hanya Rp 3,000,- coba sekali sekali hitung dan kumpulkan berapa rupiah kita keluarkan untuk biaya parkir tersebut dalam sebulan.

img-1464044596.jpg

Jika telah mempunyai catatan pengeluaran bulanan, dan anggaran pengeluaran bulanan, dengan rajin mencatatnya, maka akan ditemukan jumlah pengeluaran kecil tersebut per bulannya akan menjadi jumlah yang cukup besar, karena dilakukan berulang ulang dan tanpa disadari.

Bagaimana tips untuk mengatasi bocor kecil ini, ada beberapa trik yang bisa dilakukan antara lain dalam dompet yang kita bawa, sediakan pula nominal uang yang bervariasi, sehingga saat membayar sejumlah uang mendekati jumlah tersebut sehingga meminimalkan sejumlah uang kembalian, sehingga pengeluaran lainnya lebih mudah dikendalikan karena tidak memecah nominal uang yang besar.
img-1464044902.jpg


Ketika kita membawa uang di dompet sebaliknya jumlahnya tidak melebihi jumlah pengeluaran rutin terbesar yang dilakukan setiap harinya, misalnya tidak melebihi  dua kali jumlah uang untuk mengisi bahan bakar minyak kendaraan.

Atau dapat juga disiasati untuk biaya tol dan parkir dapat menggunakan kartu pintar dengan saldo tertentu, sehingga biaya parkir dan tol telah dianggarkan sejumlah rupiah yang ada dalam kartu tersebut, sehingga pengeluaran dan jumlahnya relatif mudah di monitor.

Sebaiknya menghindari "cemilan ataupun gorengan"  namun lebih mengutamakan membawa bekal makan siang, ataupun, air minum dalam botol yang dibawa dari rumah ketika akan bepergian sehingga mengurangi "bocor halus" cemilan ataupun gorengan. Misal jika per hari mengeluarkan uang untuk membeli cemilan sekitar Rp 25,000 saja diluar budget keperluan pribadi yang telah dianggarkan, dalam sebulan  20 hari kerja mengeluarkan uang sebesar Rp 500,000,- jumlah yang lumayan ya.

Sekian tips sederhana kali ini, semoga bermanfaat dalam mengelola dan menyelaraskan pengeluaran dengan anggaran yang telah disusun setiap bulannya, karena jumlah yang kecil ini tanpa disadari dapat menghambat atau bahkan menenggelamkan tujuan keuangan yang telah direncanakan sebelumnya.


 

  

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter