5 Kelalaian Yang Menimbulkan Bencana Keuangan

5 Kelalaian Yang Menimbulkan Bencana Keuangan

Sering kita melihat banyak kasus seseorang yang pada saat produktifnya merupakan sosok yang sukses dalam pekerjaan dan karier. Namun di usia senja kita mendapati sosok tersebut mengalami problem yang sangat pelik di dalam keuangan pribadinya. Dimana pribadi tersebut harus hidup dengan mengandalkan belas kasihan anak anaknya ataupun sanak saudara yang lainnya.

Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Mari kita renungkan bersama ada beberapa kelalaian yang  biasa terjadi dan bahkan kadang tidak disadari oleh banyak orang sebagai berikut

1. Tidak memiliki cita cita ataupun tujuan keuangan yang jelas dan specific.

img-1460313992.jpg

Apabila seseorang tidak memiliki cita cita, mimpi  ataupun tujuan perencanaan keuangan dalam kehidupannya dengan jelas, maka ada beberapa hal yang mungkin terjadi di dalam kehidupannya, antara lain, hidup berjalan apa adanya, sehingga tidak ada keinginan untuk maju ataupun mencapai kehidupan yang lebih baik dalam sisi pendidikan, keuangan ataupun asset -asset lain  yang diperlukan dalam menunjang kehidupan, sehingga cenderung di dalam bekerja ataupun berbisnis berkesan asal jalan ataupun asal bekerja. Tentunya hal ini akan berdampak dalam karier dan bisnis yang kurang terarah dan tertata sehingga tidak menghasilkan tingkat produktifitas yang maksimal, ataupun profitabilitas yang maksimal dalam bisnisnya.

2 Terjebak dalam situasi gaya hidup yang konsumtif

img-1460314119.jpg

Dengan maraknya kemudahan dalam membeli sesuatu dengan adanya on line shop, pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai macam barang dan pakaian, fasilitas KTA dan kemudahan kartu kredit  apabila sesorang tidak disiplin membuat anggaran penerimaan dan pengeluaran secara rutin dan disiplin, secara tidak sadar akan terjerat dan masuk dalam pola hidup yang konsumtif, sehingga kemungkinan besar tidak akan memiliki tabungan ataupun investasi, bahkan kecenderungannya akan terjerat dan memiliki banyak hutang konsumtif seperti KTA dan kartu kredit yang berbunga tinggi.

3.Mengelola Pendapatan dan Pengeluaran (Cash Flow) dengan cara yang tidak benar

img-1460314219.jpg


Karena tidak membuat anggaran investasi, pemasukan dan pengeluaran, maka sesorang cenderung tidak tahu secara pasti apakah pada akhir bulan posisi keuangannya dalam keaadan positif, artinya ada investasi dan jumlah pemasukan lebih besar dari jumlah pengeluaran dalam bulan berjalan. Seringkali kita  hanya mencatat pengeluaran saja, namun sehingga tidak dapat mengetahui  dengan pasti apakah telah menyisihkan diawal bulan  investasi atau tabungan, kecenderungan seperti ini apabila tidak membiasakan hidup dengan anggaran pada saat akhir bulan apabila ada sisa tidak diinvestasikan namun cenderung uang tersebut dikonsumsi lagi sehingga sering tidak memiliki investasi atau tabungan karena habis untuk konsumsi. Lambat laun hal ini akan terus memperberat arus kas (cash flow) dan tetap tidak memiliki investasi ataupun timbul hutang karena lebih besar pasak dari pada tiang.

4. Salah Investasi   

img-1460314294.jpg

Akibat tidak mempelajari cara berinvestasi yang benar, dan mengenal seluk beluk dan resiko investasi sering kali di masa produktif sesorang salah dalam berinvestasi dan mengakibatkan kerugian yang besar. Apabila hal ini telah diantisipasi dan pelajari dengan seksama , resiko salah investasi dapat dieliminir, sehingga diharapkan investasi dalam jangka panjang dapat menopang  dan menambah  asset sesorang. Namun kenyataan yang ada, banyak individu yang salah berinvestasi hanya karena ikut ikutan, tergiur invetasi bodong karena mengharapkan hasilinvestasi yang tidak masuk akal, sehingga menambah beban keuangan, bahkan ada juga yang terlilit hutang karena investasi yang salah

5. Mengalami Musibah dan Tidak Memiliki Proteksi

img-1460314527.jpg  

Seringkali musibah tidak dapat diduga kapan akan tiba dan melanda seseorang, dan mengakibatkan kerugian secara keuangan. Alangkah baiknya apabila sebagai individu memiliki perlindungan atau proteksi asuransi, untuk mengurangi dampak kerugian secara keuangan. Sebaiknya setiap individu paling tidak memiliki proteksi untuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi kebakaran, dan lain lain sesuai dengan kebutuhan masing masing individu dan apakah memiliki tanggungan yang bergantung secara ekonomi terhadap individu tersebut. 

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial
Facebook
Twitter